Salah satu olahan yang lagi digemari adalah ubi madu wijen panggang, camilan rumahan yang simpel tapi rasanya bikin ketagihan.
Tekstur ubi yang empuk berpadu dengan lapisan madu yang manis, sedikit gurih dari mentega, serta aroma wijen yang harum bikin camilan ini cocok disantap kapan saja. Mau buat teman nonton, camilan sore, atau bahkan bekal anak, semuanya pas. Seperti kata banyak orang, “kalau bahannya sederhana tapi rasanya kena, justru itu yang bikin nagih”.
Di bawah ini, STIKES Yarsi Surabaya akan membahas lengkap mulai dari manfaat ubi, bahan-bahan, sampai langkah membuat ubi madu wijen panggang yang manis legit.
Kenapa Ubi Jalar Cocok Dijadikan Camilan Manis?
Ubi jalar dikenal sebagai sumber karbohidrat yang lebih ramah untuk tubuh. Dibandingkan camilan berbahan tepung olahan, ubi terasa lebih “jujur” dan mengenyangkan. Selain itu, ubi juga mengandung serat, vitamin, dan antioksidan alami.
Banyak orang bilang, “makan ubi itu bikin kenyang lebih lama”. Itu karena kandungan seratnya cukup tinggi, sehingga cocok dijadikan camilan tanpa rasa bersalah. Apalagi kalau diolah dengan cara dipanggang, bukan digoreng, kandungan gizinya tetap terjaga.
Ubi juga fleksibel. Bisa diolah jadi manis, gurih, atau bahkan pedas. Nah, versi madu wijen ini adalah salah satu yang paling aman di lidah siapa pun, dari anak-anak sampai orang dewasa.
Bahan Sederhana, Rasa Nggak Sederhana
Untuk membuat ubi madu wijen panggang, kamu nggak perlu bahan ribet. Justru kesederhanaan bahan inilah yang bikin rasa ubinya tetap menonjol. Berikut bahan yang dibutuhkan:
-
Ubi jalar secukupnya (pilih yang manis alami)
-
Mentega
-
Madu
-
Shoyu atau kecap asin (sedikit saja, biar ada rasa gurih)
-
Air
-
Wijen sangrai
Perpaduan madu dan shoyu ini sering dipakai dalam masakan Asia karena menghasilkan rasa “manis gurih yang seimbang”. Seperti kata orang dapur, “kalau manisnya kebanyakan, rasanya cepat enek, tapi kalau ada gurihnya, jadi nagih”.
Baca Juga: Makanan Paella, Rahasia Hidangan Spanyol Yang Bikin Dunia Jatuh Cinta
Cara Menyiapkan Ubi Agar Empuk dan Manis Alami

Langkah pertama yang penting adalah menyiapkan ubi dengan benar. Cuci bersih ubi hingga tidak ada sisa tanah, lalu kupas kulitnya. Setelah itu, belah ubi menjadi dua bagian, lalu potong lagi menjadi empat bagian agar ukurannya tidak terlalu besar.
Potongan ubi kemudian disusun rapi di atas loyang. Pastikan tidak bertumpuk supaya panas oven bisa merata. Panggang ubi dalam oven dengan suhu 180 derajat selama kurang lebih 30 menit. Proses ini akan membuat ubi matang sempurna, empuk di dalam, dan sedikit karamel alami di permukaannya.
Banyak orang bilang, “ubi yang dipanggang rasanya lebih keluar manisnya”, dan itu memang benar. Panas oven membantu gula alami dalam ubi muncul tanpa perlu tambahan gula berlebihan.
Rahasia Saus Madu Wijen yang Bikin Legit
Saat ubi dipanggang, kamu bisa mulai menyiapkan saus pelapisnya. Lelehkan mentega di wajan dengan api kecil. Setelah itu, masukkan madu, shoyu, dan sedikit air. Aduk perlahan sampai semua bahan tercampur rata.
Masak saus ini hingga mendidih ringan dan aromanya harum. Di tahap ini, dapur biasanya mulai wangi, dan orang rumah bakal nyeletuk, “masak apa sih, kok harum banget?”
Masukkan potongan ubi yang sudah dipanggang ke dalam saus. Aduk perlahan agar semua sisi ubi terlapisi saus madu secara merata. Pastikan api tetap kecil supaya saus tidak gosong dan tetap mengkilap.
Penyajian Akhir yang Bikin Nafsu Makan Naik
Setelah ubi terbalut saus dengan sempurna, angkat dan susun di piring saji. Terakhir, taburkan wijen sangrai di atasnya. Wijen ini bukan cuma pelengkap, tapi memberi aroma dan tekstur yang bikin sensasi makan jadi lebih seru.
Ubi madu wijen paling enak disajikan hangat. Saat digigit, bagian luarnya terasa legit dan lengket, sementara bagian dalamnya lembut dan manis alami. Banyak yang bilang, “satu potong nggak pernah cukup”.
Camilan ini cocok disajikan sore hari sambil minum teh atau kopi. Bisa juga jadi sajian manis sederhana saat ada tamu, tanpa harus ribet di dapur.