Kopi Kenangan memulai perjalanan sederhana dari kedai kecil, lalu berkembang pesat menjadi unicorn pertama Asia Tenggara sektor makanan.
Kopi Kenangan menjadi fenomena industri kopi Indonesia dengan konsep kopi kekinian bercita rasa lokal. Didirikan pada 2017, perjalanannya dari kedai kecil hingga menjadi unicorn pertama sektor makanan dan minuman di Asia Tenggara menunjukkan potensi besar industri kopi lokal di tingkat global.
Berikut ini STIKES Yarsi Surabaya akan menelusuri sejarah, produk unggulan, konsep bisnis, dan keunggulan Kopi Kenangan sebagai merek kopi lokal yang berhasil menarik minat berbagai kalangan.
Awal Mula Dan Pendirian Kopi Kenangan
Kopi Kenangan didirikan pada tahun 2017 oleh PT Bumi Berkah Boga. James Prananto, bersama Edward Tirtanata, adalah sosok di balik pendirian perusahaan kopi asal Indonesia ini. Mereka memulai perjalanan bisnis kopi ini dengan visi untuk menciptakan pengalaman minum kopi yang nyaman dan berkesan bagi konsumen.
Sebelum terjun ke bisnis kopi, James Prananto sempat membuka rumah teh premium Lewis & Carroll (L&C) di Jakarta yang menyasar konsumen menengah ke atas dengan harga Rp40.000–Rp60.000 per cangkir. Namun, bisnis ini tutup pada 2015 karena kurang diminati dan dianggap terlalu mahal.
Bermodalkan patungan sebesar Rp150 juta, Edward dan James membuka gerai pertama Kopi Kenangan di Menara Standard Chartered, Kuningan, Jakarta Selatan, pada bulan Agustus 2017. Nama “Kopi Kenangan” sendiri dipilih oleh James untuk menghadirkan rasa nyaman kepada konsumen.
Inovasi Dan Keberhasilan Produk Kopi
Kopi Kenangan dikenal dengan produk es kopi susu kekiniannya yang dinamakan “Kopi Kenangan Mantan”. Produk ini merupakan salah satu pelopor dalam tren es kopi susu gula aren yang mulai menanjak pada tahun 2016. Es kopi susu gula aren sendiri adalah racikan kopi dingin dengan es yang mengandung susu dan gula aren, disajikan dalam kemasan gelas plastik bertutup.
Perbedaan utama kopi susu kekinian dan kopi susu tradisional terletak pada jenis susunya. Kopi susu kekinian menggunakan susu segar dan gula aren, sedangkan kopi susu tradisional umumnya memakai susu kental manis. Harga es kopi susu kekinian berkisar Rp10.000–Rp20.000 per gelas, sehingga lebih terjangkau dibandingkan kopi susu lain seperti kapucino.
Edward Tirtanata, pendiri Kopi Kenangan, terinspirasi membuat es kopi susu gula aren setelah mengunjungi kampung halamannya di Pekalongan, Jawa Tengah. Di Pekalongan, gula aren umum dipadukan dengan racikan kopi susu. Oleh karena itu, ia menamai bisnisnya Kopi Kenangan sebagai bentuk ‘kenangan’ akan rasa kopi khas dari kampung halamannya.
Baca Juga: Sandwich, Pilihan Cepat Saji Favorit Semua Kalangan
Kopi Kenangan Mencapai Status Unicorn
Kopi Kenangan berhasil menjadi perusahaan ritel makanan dan minuman pertama di Asia Tenggara yang mencapai status unicorn pada tahun 2021. Pencapaian ini diraih berkat kepemimpinan Edward Tirtanata dan James Prananto. Status unicorn menunjukkan valuasi perusahaan yang telah mencapai lebih dari satu miliar dolar AS, sebuah tonggak penting bagi perusahaan rintisan.
James Prananto, salah satu pendiri Kopi Kenangan, juga aktif dalam dunia investasi melalui Kopital Ventures. Ini menunjukkan diversifikasi keterlibatan para pendiri di luar operasional utama Kopi Kenangan. Keberhasilan Kopi Kenangan juga menjadi inspirasi bagi banyak pengusaha di Indonesia dan Asia Tenggara.
Perjalanan Kopi Kenangan dari kedai kecil hingga menjadi perusahaan unicorn membuktikan kekuatan inovasi dan pemahaman pasar lokal. Mereka berhasil menghadirkan produk sesuai selera konsumen Indonesia serta membangun model bisnis yang berkelanjutan dan skalabel. Kopi Kenangan juga berperan dalam mempopulerkan tren es kopi susu gula aren secara nasional.
Latar Belakang Pendiri Dan Pendidikan
James Prananto menempuh pendidikan tinggi di University of Southern California (USC), Amerika Serikat. Di sanalah ia pertama kali bertemu dengan Edward Tirtanata, yang kemudian menjadi rekan bisnisnya dalam mendirikan Kopi Kenangan. Latar belakang pendidikan ini memberikan fondasi bagi mereka untuk mengembangkan strategi bisnis yang kuat.
Sebelumnya, James Prananto juga menempuh pendidikan tinggi di University of Melbourne. Pengalamannya di institusi pendidikan yang berbeda mungkin telah memberikan perspektif luas dalam berbisnis. Ia dikenal sebagai seorang pengusaha asal Indonesia yang memiliki kebangsaan Indonesia.
James Prananto lahir pada 10 Oktober 1985 dan kini dikenal sebagai salah satu pendiri serta Chief Business Development Officer Kopi Kenangan. Pengalamannya, termasuk kegagalan dengan bisnis Lewis & Carroll, memberikan pelajaran berharga yang mungkin berkontribusi pada kesuksesan Kopi Kenangan.
Simak dan ikuti terus informasi terlengkap tentang STIKES Yarsi Surabaya yang akan kami berikan terupdate setiap harinya.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari asean.newsroom.ibm.com
- Gambar Kedua dari finance.detik.com